Mungkin
kau sedang berada sekota denganku, sangat dekat dengaku, atau entah di manapun
kau saat ini. Beberapa waktu terakhir, aku mulai berpikir dengan sebuah
kedewasaan yang perlahan tumbuh di dalam otakku yang kecil ini. Kau tahu bahwa
aku melewatkan banyak tahun dengan perasaan suka yang begitu besar kepadamu.
Menyukaimu adalah perasaan aneh pertama yang terjadi dalam hidupku, dan aku
selalu memikirkan itu bahkan bertahun-tahun setelahnya. Aku mengunjungi sebuah
sekolah tinggi yang sama denganmu. Aku pikir, aku akan mengikutimu sepanjang
hidupku hingga kau berpaling untuk melihatku. Aku berjanji bahwa aku akan
selalu memegang tanganmu, bahkan jika kau selalu ingin melepaskan dan membuang
aku ke jalan yang berlawanan denganmu. Aku merasa bahwa jika aku tidak
melihatmu dalam beberapa waktu saja, nafas hangat yang ada dalam tenggorokanku
mungkin saja hilang. Aku merasa jika kau pergi begitu jauh dariku, matahari
akan membeku dan dunia perlahan akan kiamat. Aku menyukaimu dengan semua
kegilaan yang aku bahkan tak tahu berasal dari mana, tiba-tiba saja perasaan
gila itu menyusupi lapisan-lapisan perasaanku dan membuatku menjadi sesuatu
yang penuh dengan kegilaan.
Dulu
aku begitu mencintaimu, perasaan cinta yang begitu saja tumbuh dan menetap
selama bertahun-tahun, membuatku hanya melihatmu, ingin terus melihamu, dan
akan selalu melihatmu. Membuatku tidak bisa meninggalkan bayanganmu bahkan
dalam satu detik hidupku. Perasaan cinta yang lebih mirip sebuah virus gila
yang membuatku menangis dan tersenyum dalam waktu bersamaan. Perasaan yang
bahkan membuatku akan mati jika mendengarmu menyukai orang lain.
Aku
kembali ke kota yang sama denganmu, setelah delapan tahun sejak aku pertama
kali bertemu denganmu. Kau tahu apa yang aku rasakan saat ini? Aku pikir, aku
tidak menyukaimu lagi. Aku pikir aku mulai membenci semua tentangmu dan
menyesali semua waktuku yang terbuang hanya karena dirimu. Kau tak pernah tahu,
tentu. Dan kau tak pernah menginginkan atau meminta aku menjadi seperti ini.
Aku tahu kau tak pernah berharap aku melewatkan banyak waktuku dengan semua
perasaan asing tak bernama yang membuatku terkukung dalam lara berkepanjangan.
Aku tahu kau tak pernah menginginkan aku untuk menjadi malang seperti yang pada
akhirnya aku alami. Tetapi, jutaan kata pembelaan tak akan benar-benar
membuatmu bersih dari kesalahan yang
tanpa sadari telah kau lakukan. Kesalahan dengan membiarkan diriku menjadi
seperti ini. aku membenci semua air mata dan rasa sakit yang aku alami, untuk
semua penantian tak berujung, dan untuk hal lain yang aku lepas hanya karena
dirimu. Yah, kau benar. Aku sangat picik tentang perasaanku sendiri.
Aku
tak menyukaimu lagi seperti saat pertama kali jantungku bergolak dengan irama
tak beraturan yang membuat pipiku bersemu merah. Aku hanya ingin menganggapmu
seperti aku menganggap kebanyakan orang dalam hidupku. Aku menangisi semua
waktuku yang terbuang, semua sosok yang kulewatkan hanya karena dirimu, dan
pada akhirnya hanya aku sendiri yang tersisa. Aku marah dengan dirimu, dengan
kebodohanku yang akhirnya membuat aku menangis sendiri. Aku membuang ribuan
cinta hanya untuk sebuah penyesalan mengerikan yang harus aku tangisi dalam
sebuah senyum kepalsuan. Aku mengutuki semua perasaan cinta yang
menenggelamkanku dalam sebuah jurang tak kasat mata sehingga aku bahkan tak
tahu bagaimana untuk keluar dari sana dan menjalani hidup seperti orang
kebanyakan. Kau tahu, aku membuang jutaan detik berhargaku, melewati pagi dan
senja hanya menulis untukmu, dan akhirnya aku memaki semua tulisan konyol yang
hanya membuatku terlihat tolol dan menyedihkan. Aku menulis ribuan angan dalam
jutaan sajak indah yang akhirnya hanya berlabuh dalam sebuah tempat sampah tak
berharga. Kau benar, aku membuang waktu delapan tahun yang sangat berharga, aku
melewati banyak orang dengan banyak cerita, meninggalkan mereka dengan
kebahagiaan mereka dan berjalan ke arah yang tak seharusnya. Dan aku ingin
membunuh diriku karena bahkan tak sanggup untuk memperbaiki sedikit saja dari
semua kesalahanku karena dirimu.
Aku
membenci dirimu, dan semakin membenci dirimu. Aku memiliki perasaan suka kepada
beberapa orang yang terlihat sepertimu, seolah-olah aku melihat dirimu dalam
bentuk lain yang aku ekspektasikan. Aku menyukai beberapa orang karena memiliki
telinga yang sama sepertimu, punggung yang mirip, tatapan mata yang nyaris
sama, atau bahkan orang dengan potongan rambut yang sama denganmu. Aku melihat
sosokmu dalam semua bagian-bagian kecil dari orang yang aku temui, dan
menempatkan diriku ke dalam level gila yang semakin tinggi dan menyedihkan. Aku
membuat semua orang terlihat sama denganmu, semakin sering dan membuat diriku
bergelung dengan semua penyakit saraf yang tak ada obatnya. Aku manyakiti
ribuan perasaan dan tak dapat meminta maaf untuk itu. Aku akan sangat
membencimu.
Jika
kau ada di kota yang sama denganku saat ini, sebua kota dengan atmosfir dingin
yang seolah akan membekukan jutaan neuron di tubuhmu, aku tak tertarik untuk
melihatmu. Jika aku mendengar bahwa kau akan menikah dengan perempuan yang
sangat kau cintai, aku tak akan pernah menangis. Jika aku berpapasan denganmu
di sebuah takdir, jantungku tak akan berdebar dengan irama yang salah. Jika aku
melihatmu dari kejauhan, aku akan berbelok ke arah yang lain dan menghindarimu.
Dan jika, kau datang dalam takdirku, aku akan menolakmu menjauh. Aku tak akan
menulis untukmu, dan tak akan pernah berusahan berjalan ke arahmu. Delapan
tahun setelah ini, dan setelahnya lagi, dan setelahnya lagi, takdir kita tak
akan pernah bersinggungan. Kau dan aku akan berbagi jalan, kita akan berjalan
berdampingan tetapi tak akan pernah bersinggungan, lalu kita akan menjauh.
Kau
tahu, begitulah cara aku mencintaimu selanjutnya, Meky.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar